Rabu, 03 Juli 2019

Entity Relationship Diagram


Pengertian ERD
      Menurut Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analyst dalam tahap analisis persyaratan proyek  pengembangan sistem. Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk database

    ERD menyediakan cara untuk mendeskripsikan perancangan basis data pada peringkat logika. ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antardata dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD berfungsi untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. ERD adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak. 

     ERD berbeda dengan DFD (Data Flow Diagram) yang merupakan suatu model jaringan fungsi yang akan dilaksanakan oleh sistem, sedangkan ERD merupakan model jaringan data yang menekankan pada struktur-struktur dan relationship data. Pada pengertian sempitnya, ERD adalah sebuah konsep yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan (database) dan didasarkan pada persepsi dari sebuah dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek yaitu disebut sebagai entity dan hubungan atau relasi antar objek-objek tersebut. 

Komponen-Komponen ERD
Dalam pembentukan ERD terdapat 3 komponen yang akan dibentuk, yaitu entitas, relasi, dan atribut.
1.      Entitas
 Entitas menurut Brady dan Loonam (2010), adalah objek yang menarik di bidang organisasi yang dimodelkan. Contoh: Mahasiswa, Kartu Anggota Perpustakaan (KAP), dan Buku.
2.      Relasi
 Suatu relasi atau hubungan adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas. Contoh: Mahasiswa mendaftar sebagai anggota perpustakaan (KAP), relasinya adalah mendaftar.
3.      Atribut
Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas. Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data. Jenis-jenis atribut:
a.       Atribut Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data (Row/Recor) dalam tabel secara unik. Dikatakan unik jika pada atribut yang dijadikan key tidak boleh ada baris data dengan nilai yang sama. Contoh: Nomor Pokok Mahasiswa (NPM), NIM, dan nomor pokok lainnya.
b.      Atribut simple Atribut yang bernilai atomik (tidak dapat dipecah/dipilah lagi). Contoh: Alamat, penerbit, tahun terbit, judul buku.
c.       Atribut Multivalue Nilai dari suatu attribut yang mempunyai lebih dari satu nilai (multivalue) dari atrribut yang bersangkutan. Contoh: dari sebuah buku, yaitu terdapat beberapa pengarang.
d.      Atribut composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu yang masih bisa dipecah lagi atau mempunyai sub attribute. Contoh: dari entitas nama yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang.
e.       Atribut Derivatif yang tidak harus disimpan dalam database Ex Total atau atribut yang dihasilkan dari atribut lain atau dari suatu relationship. Atribut ini dilambangkan dengan bentuk oval yang bergaris putus-putus. Selain itu, dalam ERD juga terdapat kardinalitas. Kardinalitas menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya.
1.One to One (1:1)
Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
2.One to Many (1:M)
Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
3.Many to Many (M:M)
         Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian            pula sebaliknya.


Cara Membuat ERD
1.      Menentukan Entity
Disini kita dituntut untuk menentukan dengan cermat sebuah entity yang ada dalam suatu proyek atau masalah.  Entity berguna untuk menentukan peran, kejadian, lokasi, hal nyata, dan konsep penggunaan untuk database.
2.      Menentukan Relasi
Setelah kita berhasil membuat Entity, langkah selanjutnya adalah menentukan relasi antar entity. Relasi apa yang terdapat antara Entity A dan B, apakah entity A dan B memiliki relasi "one to one", "one to many" , atau "many to many".
3.      Gambar ERD Sementara
Jika sudah mengetahui Entity beserta Relasinya, sekarang kita buat dulu gambar ERD sementara. Entity digambarkan dengan persegi, relasi digambarkan dengan garis.
4.      Isi Kardinalitas
Kardinalitas menentukan jumlah kejadian satu entitas untuk sebuah kejadian pada entitas yang berhubungan. Contohnya antara Entitas Buku, Distributor dan Pengarang, kardinalitas yang ada berupa:
a.       Satu pengarang dapat menulis banyak buku.
b.      Satu buku ditulis satu pengarang.
c.       Banyak buku didistribusikan oleh satu distributor.
5.      Tentukan  Primary Key (Kunci Utama)
Menentukan Primary Key pada masing-masing entity. Primary Key adalah atribut pada entity yang bersifat unik. Jadi, setiap entity hanya memiliki satu Primary Key saja.
Contoh: Entity Buku memiliki Primary Key bernama kode buku. Kode Buku ini bersifat unik, karena masing-masing buku memiliki kode yang berbeda-beda. Tentukan pula Foreign Key (Kunci Tamu) pada masing-masing Entity. Foreign Key adalah Primary Key yang ada dalam Entity yang lain.
Contoh:  pada Entity
Pengarang misalnya terdapat atribut kode buku, yang mana, kode buku merupakan Primary Key dari Entity buku.
6.      Gambar ERD Berdasarkan Primary Key
Menghilangkan relasi "Many to Many" dan memasukkan Primary dan Foreign Key pada masing-masing entitas. Relasi Many to Many antar entity perlu dihilangkan dengan cara menambah atribut baru antara 2 entity yang memiliki relasi Many to Many.
7.      Menentukan Atribut
 Jika sudah melakukan step diatas, sekarang saatnya menentukan atribut pada masing-masing Entitas. Telitilah dalam menentukan atribut.
8.      Pemetaan Atribut
Apabila atribut telah ditentukan, sekarang pasang atribut dengan entitas yang sesuai.
9.      Gambar ERD dengan Atribut
Mengatur ERD seperti langkah 6 dengan menambahkan atribut dan relasi yang ditemukan.
10.  Periksa Hasil
Periksa lagi ERD. Apakah ERD sudah menggambarkan sistem yang akan dibangun? Jika belum, cek kembali dari awal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koneksi Database Buku

1.       Aktifkan aplikasi xampp terlebih dahulu. 2.       Masuklah pada browser lalu ke localhost/phpmyadmin , kemudian buat lah sebua...