Kamis, 20 September 2018

TI Politala Alpro1 1A


TUGAS 2 OPERATOR DAN OPERAND

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemrograman berorientasi pada obyek (PBO) adalah pemrograman yang akhir-akhir ini menjadi sangat popular. Saat ini banyak bahasa pemograman yang berorientasi pada obyek, salah satunya adalah bahasa pemrograman C++. C++ adalah salah satu bahasa pemrograman komputer yang dibuat oleh Bjarne Stroustrup pada 1980-an sebagai pengembangan dari bahasa pemrograman C dan perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (PBO). Bahasa pemograman seperti C++ telah banyak membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dalam lingkup survey termasuk Geodesi. Dalam praktikum pemograman ini sofware yang digunakan adalah Microsoft Visual Studio 2010 dengan bahasa program C++. Melalui bahasa pemrograman C++ para surveyor dapat membuat program perhitungan geodesi baik perhitungan sederhana maupun perhitungan yang rumit. Hal ini dikarenakan bahasa pemograman yang digunakan dalam C++ menggunakan perintah-perintah yang mudah dipelajari dan dipahami. 

1.2 Rumusan Masalah

            Rumusan masalah pada karya ilmiah ini yaitu:
1. Bagaimana operator dan operand?
2. Bagaimana sifat-sifat operator C++?
3. Bagaimana macam-macam operator?
4. Bagaimana jenis-jenis operand?
5. Bagaimana tipe-tipe operand?

1.3 Tujuan dan Manfaat

            Tujuan dalam karya ilmiah ini yaitu untuk mengetahui bagaimana operator dan operand dalam C++,  semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca sebagai penambah wawasan dan memperdalam ilmu pengetahuan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Operator

            Operator merupakan simbol yang biasa dilibatkan dalam pembuatan program untuk melakukan suatu operasi ataupun manipulasi. Bahasa pemrograman C++ menyediakan banyak operator yang sangat berguna pada penggunanya, operator umum yang harus diketahui.

A + B;
 


Di atas adalah contoh bentuk dari operasi, dalam suatu operasi umumnya mempunyai istilah “operand dan “opetaor”. Operand merupakan data yang akan dimanipulasi oleh operator, dalam contoh di atas adalah A dan B, untuk operator merupakan simbol atau tanda yang berfungsi untuk memanipulasi sebuah data atau beberapa data, dalam contoh di atas adalah tanda “+”.

2.2 Sifat-Sifat Operator C++

            Dalam banyaknya macam-macam operasi biasanya menggolongkan berdasarkan sifatnya, hal ini akan mempermudahkan dalam membedakan sifat-sifat operator. Berikut merupakan sifat-sifat operator C++:
A. Unary

-a;
            Sifat unary pada operator adalah operator yang hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi. Ada dua operator unary utama yaitu increment and decrement operator. Bentuk penulisannya:

B. Binary
            Sifat binary pada operator adalah operator yang melibatkan dua buah operand dan satu operator di tengah dua operand pada suatu operasi. Bentuk penulisan:

a + b;

 


C. Ternary
            Sifat ternary pada operator adalah operator kondisi yang melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi. Bentuk penulisan:

Pernyataan: expresi?pilihan1:pilihan2;
 


2.3 Macam-Macam Operator

A. Operator Aritmatika (*, /, %, +, -)
            Operator untuk operasi aritmatika tergolong sebagai operator binary yang artinya operator-operator ini memerlukan dua operand, operator aritmatika terdiri dari:
Operator
Keterangan
Contoh
*
Perkalian
a*b
/
Pembagian
a/b
%
Sisa pembagian (Modulo)
a%b
+
Penjumlahan
a+b
-
Pengurangan
a-b

Dan operator aritmatika juga mempunyai beberapa operator yang bersifat unary, yaitu:
Operator
Keterangan
Contoh
+
Penjumlahan
+a
-
Pengurangan
-a



B. Compound Assigment (+=, -=, *=, /=, %=, >>=, <<=, &=, ^=, |=)
            Compound Assigment jika di artikan ke dalam bahasa Indonesia adalah “senyawa tugas”. Tapi di Indonesia orang biasa menyebut sebagai “Pemberi Nilai Aritmatika”. Operasi ini mirip seperti operator aritmatika hanya saja berbeda cara penulisannya (lebih singkat).
Operator
Keterangan
Contoh
+=
Penambahan
X += Y
-=
Pengurangan
X -= Y
*=
Perkalian
X *= Y
/=
Pembagian
X /= Y
%=
Sisa pembagian (Modulo)
X %= Y
>>=
Pergeseran bit ke kiri
X >>= Y
<<=
Pergeseran bit ke kanan
X <<= Y
&=
Bitwise DAN
X &= Y
^=
Bitwise OR Ekslusif
X ^= Y
|=
Bitwise OR Inklusif
X |= Y

C. Increment dan Decrement Operator (++, -)
a. Increment
            Increment adalah peningkatan atau penambahan operatir dengan tanda (++) berfungsi untuk meningkatkan nilai operand sebanyak “1”.
b. Decrement
            Decrement adalah penurunan atau pengurangan operator dengan tanda (-) berfungsi untuk menurunkan nilai operand sebanyak “1”.


Operator
Keterangan
Penjabaran
++
Increment / Penaikan / Penambahan
X = X + 1
-
Decrement / Penurunan / Pengurangan
X = X - 1

Peletakan operator ini akan mempengaruhi fungsi dari operator tersebut. Dalam peletakan operator, operator increment dan decrement dapat diletakkan pada awal atau akhir variabel, seperti dibawah ini:
++X (Previx) adalah nilai variabel X dinaikkan dahulu sebelum diproses.
X++ (Potsfix) adalah nilai variabel X diproses dahulu sebelum dinaikkan.
D. Relational and Comparison Operators (==, !=, <, >, <=, >=)
            Dua ekspresi dapat dibandingkan dengan menggunakan relational and comparison operators. Misalnyam, untuk menentukan apakah suatu variabel memiliki nilai lebih besar atau lebih kecil dan lain-lain, hali itu dapat ditentukan dengan menggunakan operator menggunakan relational and comparison operators. Dan hasil operasi tersebut akan bernilai benar (1) atau salah (0) yaitu merupakan bilangan Boolean.
Operator
Keterangan
Contoh
= =
Sama dengan
(a = = a) atau
(a = = 5) atau
(5 = = 5)
!=
Tidak sama dengan
(a!=a) atau
(a!=5) atau
(5!=5)
< 
Kurang dari
(a<a) atau
(a<5) atau
(5!=5)
> 
Lebih dari
(a>a) atau
(a>5) atau
(5>5)
< =
Kurang dari sama dengan
(a<=a) atau
(a<=5) atau
(5<=5)
> =
Lebih dari sama dengan
(a>=a) atau
(a>=5) atau
(5>=5)

E. Logical Operator (&&, | |, !)
            Logical operator biasanya digunakan untuk memeriksa kesamaan nilai dari dua data atau lebih dan juga dapat mengembalikan nilai dari bilangan Boolean. Asumsikan jika memiliki dua variabel atau operand A dengan nilai 1 dan B dengan nilai 0. Contoh di dalam tabel di bawah.
Operator
Keterangan
Contoh
&&
Disebut sebagai Logical AND operator. Jika kedua operand tidak memiliki nilai yang sama maka akan bernilai false.
A && A =False
| |
Disebut sebagai Logical OR operator. Jika keduanya atau salah satu data bernilai true (1) maka akan menghasilkan nilai true (1).
A || B = true
!
Disebut sebagai Logical NOT operator. Untuk mengembalikan nilai, jika A adalah true maka akan bernilai false (0).
!(A&&B) = true

F. Bitwise Operators (&, |, ^, ~, <<, >>)
            Operator bitwise adalah operasi matematika yang mengoperasikan pada level bilangan biner berbasis 2. Operator bitwise berfungsi untuk mengoperasi sebuah data angka bilangan biasa yang akan diubah menjadi bilangan biner terlebih dahulu dan dioperasikan sesuai operasi ang diperintahkan, untuk hasil akhirnya akan diubah kembali menjadi bilangan biasa.
Operator
Asm Equivalent
Keterangan
&
AND
Bitwise DAN
|
OR
Bitwise OR Inklusif
^
XOR
Bitwise OR Eksklusif
~
NOT
Akan mengembalikan nilai
<< 
SHL
Pergeseran Bit ke kiri
>> 
SHR
Pergeseran Bit ke kanan

G. Conditional Ternary Operator (?)

Ekspresi ? nilaiSatu : nilaiDua
            Conditional ternary operator akan mengevaluasi ekspresi, menjadi memiliki “nilai satu” jika ekspresi yang mengevaluasi adalah benar (true) dan memiliki “nilai dua” jika ekspresi bernilai sebagai false.

Atau gampangnya:

Ekspresi ? true : false
H. Comma Operator (,)
            Comma operator atau operator koma (,) digunakan untuk memisahkan dua atau lebih ekspresi yang disertakan dimana hanya satu ekspresi yang diharapkan. Ketika set ekspresi harus di evaluasi untuk nilai, hanya ekspresi paling kanan dianggap.
Sebagai contoh:

a = (b=3, b+2);
 


            Pertama akan menetapkan nilai 3  untuk b dan kemudian menetapkan b+2 untuk variabel a. Jadi, pada akhirnya variabel b akan berisi nilai 3. Dan juga biasanya operator koma digunakan untuk memisahkan argument pada function.

2.4 Pengertian Operand

            Operand adalah sebuah objek yang ada pada operasi matematika yang dapat digunakan untuk melakukan operasi. Operand dalam bahasa C berbentuk simbol bukan bukan berbentuk keyword atau kata yang biasa ada di bahasa pemrograman lain. Simbol digunakan bukan karakter  yang ada dalam abjad tapi ada pada keyboard kita seperti =,<,>,* dan sebagainya.

2.5 Jenis-Jenis Operand

            Instruksi mesin melakukan operasi terhadap data. Pada umumnya data dikategorikan ke dalam angka, karakter dan data logika.
a. Angka
            Setiap bahasa mesin mengandung tipe data numerik. Umumnya terdapat tiga tipe data angka yang ada pada komputer yaitu:
1.      Binary integer
2.      Binary floating point

3.      Desimal
Semua operasi pada internal komputer berupa data biner, namun user berinteraksi dengan bilangan desimal. Maka perlu dilakukan konversi dari desimal ke bilangan biner pada input dan konversi dari biner ke desimal pada output. Bilangan desimal direpresentasikan dalam 4 bit kode biner maka 0=0000, 1=0001,…8=1000, 9=1001. Sedangkan untuk desimal 246 = 0000 0010 0100 0110. Untuk bilangan negatif di representasikan dengan 4 bit yang diletakkan pada awal atau akhir string. Standar tanda yang digunakan adalah 1100 untuk bilangan positif dan 1101 untuk tanda bilangan negatif.
b. Karakter
            Umumnya bentuk data adalah teks atau kumpulan karakter. Sedangkan sistem komputer di desain untuk data biner, maka sejumlah kode dalam urutan bit perlu di tentukan untuk merepresentasikan sebuah karakter. Saat ini, standar kode yang digunakan untuk merepresentasikan karakter adalah American Standart Code for Information Interchange (ASCII). Setiap karakter pada kode ASCII direpresentasikan dengan 7 bit biner yang unik. Maka terdapat 128 karakter yang berbeda yang dapat di representasikan. Selain itu, juga ada yang menggunakan Extended Binary Coded Decimal Interchange Code (EBCDIC) yang digunakan oleh IBM mainframe.
c. Data logika
            Pada umumnya setiap word atau yang lain merupakan satu unit data yang masing-masing unit data memiliki nilai 0 atau 1. Ketika dipandang dengan cara ini, maka data tersebut dianggap sebagai data logika. Data logika hanya bernilai true”1” atau false “0”.

2.6 Tipe-Tipe Operand

Tipe data setiap data memiliki tipe data, apakah merupakan angka bulat (integer), angka biasa (real), atau berupa karakter (char), dan sebagainya. Ada dua kategori dari tipe data yaitu tipe dasar dan tipe bentukan.
A. Tipe dasar
            Tipe dasar adalah tipe data yang selalu tersedia pada setiap bahasa pemrograman, antara lain:
1. Bilangan bulat
a. Integer (-32768 s/d +32768)
            Bilangan atau angka yang tidak memiliki titik desimal atau pecahan seperti +10,-1024,+32767,+255. Tipe data ini dapat dituliskan sebagai integer atau int. Operasi aritmatikanya terdiri dari: tambah +, kurang-, kali*, bagi/, sisa hasil bagi%, operasi perbandingan terdiri dari: lebih kecil<, lebih kecil atau sama, lebih besar atau sama>=.
b. Long (-16 juta s/d 16 juta)
c. Byte (0 s/d 255)
2. Bilangan pecahan
a. Double (3,7x10-308 s/d 3,7x10+308)
b. Float (3,4x10-38 s/d 3,4x10+38)
3. Karakter
a. Char
            Karakter adalah data tunggal yang mewakili semua huruf, symbol baca dan juga symbol angka yang tidak dapat dioperasikan secara sistematis. Tipe ini dapat dituliskan sebagai char.
b. Tipe bentukan
Tipe bentukan adalah tipe data yang di bentuk dari kombanisasi tipe dasar, antar lain:
1. Array (larik)
Selama ini menggunakan satu variabel untuk menyimpan satu buah nilai dengan tipe data tertentu. Misalnya : int a1, a2, a3, a4, a5; deklarasi variabel diatas menggunakan menyimpan lima data integer  dimana masing-masing variabel diberi nama a1, a2, a3, a4, a5. Jika memiliki 10 data integer atau mungkin 100 data  integer bahkan mungkin tidak diketahui atau mungkin bersifat dinamis. Saat ini lah menggunakan tipe data bentukan yang merupakan wadah untuk menampung beberapa nilai data yang sejenis.
2. String
            String adalah tipe data bentukan yang merupakan deretan karakter yang membentuk satu kata atau satu kalimat, yang biasanya dapat dua tanda kutip (“…”).
B. Variabel
            Variabel adalah nama yang mewakili suatu elemen data. Ada aturan tertentu yang wajib diikuti dalam pemberian nama variabel, antara lain:
a.       Harus dimulai dengan abjad tidak boleh dengan angka atau symbol.
b.      Tidak boleh ada spasi diantaranya.
c.       Jangan menggunakan symbol-simbol yang bias membingungkan seperti titik, titik dua, koma, kima, dan sebagainya.
d.      Sebaiknya memiliki arti yang sesuai dengan elemen data.




DAFTAR PUSTAKA


 

Gatewan. (2017, Februari 25). Belajar C++. Retrieved from Mengenal operator C++: http://www.belajarcpp.com




Koneksi Database Buku

1.       Aktifkan aplikasi xampp terlebih dahulu. 2.       Masuklah pada browser lalu ke localhost/phpmyadmin , kemudian buat lah sebua...