Minggu, 02 Desember 2018

Artikel AI Kecerdasan Buatan

Nama  : Nia Sonia
NIM    : 1801301049
Kelas   : 1A Teknik Informatika
Matkul : Konsep Teknologi Informasi

  *  Pengertian AI (Kecerdasan Buatan)
Secara garis besar, AI terbagi ke dalam dua paham pemikiran yaitu AI Konvensional dan Kecerdasan Komputasional (CI, Computational Intelligence). AI konvensional kebanyakan melibatkan metode-metode yang sekarang diklasifiksikan sebagai pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme dan analisis statistik. Dikenal juga sebagai AI simbolis, AI logis, AI murni dan AI cara lama (GOFAI, Good Old Fashioned Artificial Intelligence). 

Berikut adalah beberapa artikel tentang AI, yaitu:

1. Pengembangan Perangkat Lunak Kecerdasan Buatan Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining (Studi Kasus Mendiagnosa Keadaan Bayi Dalam Kandungan)

Kecerdasan buatan adalah kemampuan komputer untuk berpikir dengan intelegensia. Ini tercapai dengan mempelajari bagaimana manusia mengingat dan berpikir ketika sedang mengambil keputusan dan memecahkan masalah.
Kecerdasan buatan yang dibangun mempunyai beberapa komponen yang saling berhubungan untuk membangun sistem yaitu basis pengetahuan, mesin inferensi, antarmuka pemakai. Persoalan yang dipecahkan dalam sistem ini adalah bagaimana cara menyusun aturan yang terdiri atas beberapa premis dan konklusi dari fakta-fakta yang tersedia, sehingga dihasilkan suatu solusi, dengan menggunakan mesin inferensi yaitu forward chaining, selain itu sistem ini juga menggunakan suatu penalaran knowledge base yaitu penalaran rule-based reasoning.
Penelitian ini membahas tentang pendiagnosaan keadaaan bayi dalam kandungan yang menggunakan teknik inferensi forward chaining, yang memulai penalarannya mulai dari sekumpulan fakta-fakta menuju sebuah hipotesa (solusi). Sistem yang dikembangkan memberikan keleluasaan pada perekayasa pengetahuan untuk memasukkan himpunan aturan pada basis pengetahuan dan diperolehnya suatu solusi berdasarkan basis pengetahuan yang ada.


2. Memanusiakan Chatbot dengan Kecerdasan Buatan
JAKARTA – Pehobi chatting –bercakap-cakap di dunia maya— sebaiknya jangan terlalu serius menanggapi lawan bicara. Siapa tahu kenalan baru itu adalah chatbot, yakni robot yang khusus diprogram untuk chatting. Chatbot merupakan program khusus dalam komputer yang berfungsi sebagai penjawab sapaan di ruang chatting. Di masa mendatang, program serupa ini menjadi kembangan dari artificial intelligent (AI) alias kecerdasan buatan.
Jabberwacky, sebuah chatbot yang tinggal di dalam hard disk komputer. Ia mampu menggunakan kata-kata pelesetan, humor, kadang juga kata makian, bahkan juga menjadi pembicara yang konfrontatif. Kelebihan Jabberwacky dari chatbot lain adalah: makin banyak ia bercakap dengan para chatter manusia, makin banyak hal yang dipelajarinya. Chatbot jenius ini adalah temuan Rollo Carpenter, finalis Loebner Prize asal Inggris.
Loebner Prize merupakan penghargaan khusus di bidang AI tingkat dunia yang dimulai sejak 1990. Penghargaan ini diberikan pada mereka yang mampu meloloskan diri dari Turing Test, yakni suatu cara menguji mesin untuk mengetahui apakah mesin itu cerdas atau tidak. Jabberwacky akan bergabung dengan delapan finalis internasional lain pada Oktober mendatang untung memperebutkan medali emas. Seperti semua finalis lain, chatbot ini akan menjalani Turing Test yang metodenya ditemukan oleh Alan Turing. Dari sini akan diketahui apakah chatbot ini benar-benar pintar seperti halnya AI lain. Carpenter mendesain Jabberwacky semirip mungkin dengan manusia. Memang bukan dari bentuk fisiknya, melainkan dari caranya bicara dan bercakap-cakap. Chatbot ini mempelajari cara bicara manusia, mempelajari beberapa bahasa, hingga memahami konteks percakapan dan aturannya. 


3. KECERDASAN BUATAN =Menduakan Otak Manusia ?
Kecerdasan Buatan (artificial intelligent) adalah penggunaan komputer, yang mana meniru atau menduakan fungsi otak manusia. Sistem Kecerdasan buatan tidak diharap menggantikan manusia sebagai pembuta keputusan, tetapi sebaliknya mereplikakan butirannya, dengan keadaan jelas. Umumnya bidang kecerdasan buatan termasuklah beberapa jenis komponennya. Ianya diringkaskan seperti berikut: Sistem pakar, Robotik, Sistem penglihatan, Sistem Pemprosesan Bahasa Tabii, Sistem Pembelajaran dan Rangkaian neural.


4. Issue tentang Artificial Intelligent
Kecerdasan buatan dibuat dengan maksud untuk meningkatkan sistem dasar komputer sehingga menyerupai ciri manusia, yaitu kemampuan untuk berpikir atau menjawab. Ada beberapa contoh dari kecerdasan buatan yang dijelaskan dalam bab ini. Kemampuan komputer memproses bahasa dasar adalah salah satu contoh dari kecerdasan buatan. Apabila dulu kita harus mempelajari perintah-perintah tertentu untuk berkomunikasi dengan komputer, sekarang ini kita sudah tidak perlu lagi untuk mempelajarinya. Hal ini dikarenakan komputer sekarang sudah dilengkapi dengan kemampuan untuk memahami bahasa kita, sehingga kita dapat lebih mudah untuk berkomunikasi dengan komputer.
Kecerdasan buatan lain yang memudahkan interaksi kita dengan computer adalah kemampuan untuk mengenali cara berbicara atau kata-kata yang digunakan oleh manusia. Kita hanya perlu untuk mengucapkan perintah secara lisan kepada computer untuk melakukan suatu program, daripada dengan cara biasa yaitu dengan mengetiknya, dan nantinya computer juga akan balik menjawab perintah tersebut Kemampuan ini dapat dihubungkan dengan sebuah sistem pengenal karakter optikal (OCR), yang susunan dari OCR dapat mengenali kalimat dari dokumen yang telah dicetak. Komputer juga sekarang telah dilengkapi dengan sistem ahli, yang merupakan penasihat dasar dari sebuah computer, sehingga computer dapat membantu dalam bidang medis, pabrik, dan bidang-bidang lain. Inti dari sistem ahli ini adalah pengetahuan yang berasal dari pengalaman manusia. Sumber penambahan informasi dapat mencakup buku dan dokumen lain. Kecerdasan buatan terakhir yang dijelaskan di chapter ini adalah gambar computer. Gambar computer diartikan sebagai sebuah gambar yang diambil dengan menggunakan kamera yang kemudian diolah di computer. Dalam hal ini, kamera dan computer merupakan alat yang memiliki fungsi yang sama seperti fungsi mata dan otak manusia.
Berbagai macam teknologi juga telah ditingkatkan untuk mengembangkan kendaraan otomatis yang dalam penggunaannya dapat berfungsi tanpa bantuan manusia. Contoh fungsi dari kendaraan otomatis ini adalah untuk menjelajah angkasa luar, seperti menjelajahi planet-planet. Kendaraan ini mungkin dibuat dari rangkaian komponen hardware dan sebuah program kecerdasan buatan yang dapat memproses informasi. Gabungan dari software computer dan hardware ini juga dapat membuat kendaraan yang bisa digunakan di bumi.
Kemajuan dari sistem kecerdasan buatan ini dapat menimbulkan dampak psikologis pada manusia. Bagi kelompok yang menentang adanya kecerdasan buatan percaya bahwa dengan adanya kecerdasan buatan, akan terdapat beberapa dampak dalam kehidupan manusia. Mesin-mesin yang memiliki kecerdasan buatan dapat mengurangi jutaan kesempatan kerja manusia. Selain itu juga terdapat ketakutan bahwa sistem kecerdasan buatan ini, termasuk robot, mengurangi kita sebagai manusia. Sistem dasar dari kecerdasan buatan ini juga telah meningkatkan ketakutan bahwa mesin-mesin dapat menambah jumlah kerusakan.Pendukung dari kecerdasan buatan telah menyatakan argumen balasan bahwa alat dari bidang kecerdasan buatan hanyalah sebuah alat yang tidak akan menggantikan fungsi manusia. Kecerdasan buatan tidak akan mengurangi kemanusiaan kita, melainkan akan meningkatkan kehidupan kita, contohnya adalah penderita kanker akan mendapat keuntungan, dan pengenalan kalimat dan sistem perpaduan dapat membantu seorang individu untuk mengkontrol lingkungannya.


5. Arttificial Intelegence ( AI ) Menjadi Saingan Nyata Dalam Dunia Pekerjaan
Pernahkah kalian menonton salah satu film layar lebar asasl Holywood " Terminator " , yah film yang di sutradarai oleh James Cameron dan  bintangi oleh arnold schwarzenegger ini menceritakan tentang robot yan mengambil alih kekuasaaan di muka bumi. Film ini lah yang pertama kali muncul difikiran saya ( penulis ) saat mebayangkan Artificial Intelligence (AI) yang digunakan untuk membantu tugas manusia. Tapi kali ini kita tidak membahas bahwa Artificial Intelligence (AI)  melakukan invasi seperti di film Terminator, melainkan dampak munculnya Artificial Intelligence (AI)  pada dunia pekerjaan.
Pada dasarnya Artificial Intelligence (AI) ini memudahkan pekerjaan manusia dalam berbagai bidang, baik dalam produksi ataupun pemasukan input data/informasi yang sering kita temukan di berbagai layanan Costumer Services. bergagai alasan penggunaan Artificial Intelligence (AI) digunakan baik dikarenakan lebih cepat effisien dan akurat. Walapun di bandrol dengan harga yang mahal untuk program anyar ini, pemilik usaha tidak pikir panjang karna hanya membutuhkan biaya perawatan setelah di beli, berbeda dengan tenaga manusia yang harus terus di gaji dan terkadang melakukan sedikit kesalahan. Hal inilah yang menjadi persaingan nyata yang akan muncul di mana lapangan pekerjaan yang seharusnya di isi oleh manusia kini di ambil alih oleh Artificial Intelligence (AI).
Di beberapa Negara asing sudah menerapkan fasilitas yang di sediakan oleh AI ini seperti contoh belanda, dimana Tempat pengisian bahan bakar sudah di kerjakan oleh Artificial Intelligence (AI) pembeli hanya tinggal memarkirkan mobilnya dan tangan robot yang di kendalikan oleh teknologiArtificial Intelligence (AI) akan mengerjakan semua proses pengisian bahan bakar,dimulai dari pembukaan tutup tanki bahan bakar lalu mengisi bahan bakar hingga menutup tanki tersebut kembali. perusahaan yang mengembangkan di belanda ini adalah dari TankPitStop. 
Di Negara lain juga seperti Amerika Serikat sudah memiliki toko yang tidak perlu lagi menggunakan kasir seperti toko umum pada biasanya, pembeli tinggal mengambil barang yang akan di beli lalu berjalan keluar dimana sudah di sediakan alat pemindai dan yang paling terbaru lagi adalah mobil yang berjalan tanpa di kemudikan oleh pengemudi manusia seperti biasanya, segala sudah di kontrol oleh program pintar ini. Saat ini di Indonesia sendiri Artificial Intelligence (AI)  belum semaju dengan Negara maju lainnya, tetapi secara tidak langsung  penggunaan AI ini sudah familiar kita gunakan, seperti Google Assistant,  Siri pada iPhone dan petunjuk jalan yang ada pada google map, seakan  akan manusia lebih memilih bertanya pada benda mati ketimbang bertemu  dengan individual lainnya.

Biodata Ku



Nama Lengkap                      : Nia Sonia
Nama Panggilan                    : Sonia
Tempat & Tanggal Lahir     : Petangis, 20 -12-1999.
Tinggi Badan                          : 148 cm
Berat Badan                            : 39 kg
Pekerjaan                                : Belum bekerja
Nama Ayah                             : Herman
Nama Ibu                                : Kana’ah
Suku                                         : Banjar
Status                                       : Mahasiswa
Alamat Sekarang                   : Gang KNPI, dekat Masjid Desa Panggung, Pelaihari.
Alamat Asal                            : Desa Asam-Asam rt 11 rw 3, Jl. PLN Lama.
Nomer HP                              : 0831596259**
Alamat Email                         : niasonia20121999@gmail.com

RIWAYAT PENDIDIKAN
No.
Nama Sekolah/Perguruan Tinggi
Tahun
1.
SD Negeri 006 Batu Engau
2012
2.
SMP Negeri 2 Batu Engau
2015
3.
SMA Negeri 2 Jorong
2018


Rabu, 28 November 2018

sepuluh artikel tentang IoT dan Start Up

1. Telkomsel Digitalisasi Airport

        Telkomsel bersama dengan Angkasa Pura II akan mengimplementasikan program Airport Community and Integrated Digital Airport di lingkungan bandara Angkasa Pura II sering dengan ditanda tanganinya  Memorandum of Understanding (MoU) oleh kedua belah pihak. Kerja sama tersebut berupa pemanfaatan layanan produk telekomunikasi dan pembayaran berbasis digital (E-Payment) dan solusi bussines lainnya.

              Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah dan Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Hotel Club Med Nusa Dua, Bali kemarin (10/10). Ririek mengatakan, kerjasama dengan Angkasa Pura II merupkan keseriusan Telkomsel dalam bersinergi dengan BUMN. Sinergi ini diwujudkan dalam memberikan layanan produk telekomunikasi dan layanan pembayaran berbasis digital (E-Payment) meliputi layanan paket data dan e-payment system di lingkungan bandara Angkasa Pura II.

          "Selain itu, kami memberikan solusi layanan Telkomsel myBussines Solution untuk mendorong terwujudnya integrated airport di bandara Angkasa Pura II. Kerjasama ini sejalan dengan misi kami untuk membangun ekosistem digital Indonesia dengan platform Device, Network dan Application (DNA)," ungkapnya.

           "Layanan yang akan segera kita digitalkan antara lain adalah e-payment system dengan TCASH dan e-parking. dalam waktu dekat e-parking akan kita coba dahulu untuk parkir sepeda motor. Ditambah lagi teknologi Internet of Things (IoT) dari kami akan sangat membantu bisnis proses dalam segala bidang di lingkungan bandara. Untuk itu kami sangat senang dapat mendukung pengembangan smart airport ini," lanjut Ririek.

             Tahapan awal dari kerjasama ini antara lain penjualan paket data Telkomsel. Dalam seminggu ke depan akan dibangun booth Te;komsel di kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD) di pintu MI Bandara Soekarno-Hatta yang akan menjuall produk-produk telkomsel. Aakan dirancang juga produk khusus untuk memudahkan dan meringankan biaya para pekerja bandara. Awaluddin mengatakan, kerjasama ini akan menjadi community. Pengembangan bisnis ini menggunakan layanan Telkomsel di lingkungan bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura II.
                     
             "Kami optimis kerjasama dengan Telkomsel akan memberikan pertumbuhan dan percepatan layanan di bandara," pungkasnya.






2. Internet of Things Cocok Diaplikasikan ke Sektor Pertanian

          Internet of Things (IoT) menjadi salah satu cabang teknologi yang kini dibicarakan banyak orang. Tak mustahil jika kedepannya, semuanya akan terkoneksi dengan internet. Misalnya, perangkat elektronik di rumah. Itu baru sebagian kecil yang digunakan oleh pengguna secara langsung. Bagaimana dengan skla industri yang lebih besar? Setiap negara, berbeda-beda dalam memprioritaskan untuk skala industri. Tergantung dari keunggulan industri di setiap negara. Begitu juga ndonesia.

           Menurut Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Semuel Abrijanji Pengerapan, di negeri ini penerapan IoT untuk skala industri memiliki potensi yang besar untuk sektor pertanian.

           "Negeri kita ini agraris potensi yang besar itu di sektor pertanian. Banayak hal yang bisa diterapkan IoT untuk sektor ini nanntinya," ujar dia usai acara Asia IoT Business Platform di Jakarta. Lebih lanjut, dikatakan pria yang karib disapa Semmy ini, misalnya saja untuk perikanan. IoT bisa digunakan untuk nelayan mencari ikan di laut. Mereka tak perlu repot-repot menggunakan cara yang tradisional.

           "Kemudian kalau di peternakan, peternak bisa mengetahui masa hamil dari hasil ternaknya. Itu bisa menggunakan semacam sabuk yang melingkar untuk mendeteksi hal tersebut," ungkapnya.

           Meski begitu, untuk nantinya bisa secara massif menerapkan IoT, dasarnya tetap infrastruktur internet menjadi tulang punggung bisa terciptanya IoT.






3. IoT dalam Kacamata Pengelola Bandar

         Bertumbuhnya jumlah penumpang pesawat udara membuat pengelolaan bandara semakin rumit. Hal ini di alami oleh PT Angkasa Pura II (AP II) yang saat ini mengelola 13 bandar. Salah satunya bandara terbesar yang dikelola AP II adalah bandara sebesar Soekarno-Hatta. Bandara yang terletak di Cengkareng, Banten, ini adalah bandar tersibuk ke-8 di Asia dengan 54 juta penumpang pada 2015.
       
      Di Spekrano-Hatta, lonjakan penumpang saat libur Lebaran atau saat libur panjang bisa mencapai 41% hingga 67%. Pada saat libur panjang, rata-rata penerbangan perhari bisa mencapai 1.172 penerbangan. Pada tahun lalu, jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai 57 juta penumpang, sementara di tahun depan diperkirakan mencapai 60 juta penumpang.

      Tentunya pengelolaan cerdas dan terobosan teknologi sangat diperlukan bagi bandara sibuk seperti Soekarno-Hatta ini. JIka tidak, bisa terjadi kekisruhan mulai dari jadwal penerbangan hingga penumpang. Untuk itu, hadirnya Internet of Things menjadi sebuah peluang bagi AP II untuk meningkatkan layanannya, dalam rangka efisiensi dan efektivitas layanan dan daya saing AP II.

        Oleh sebab itu, IoT-isasi di 13 bandara AP II akan dilakukan bertahap dengan pilot project di terminal III bandar soekarno-hatta. Di terminal III, IoT-isasi akan dimulai dari passenger movement dulu. Muali penumpang datang ke bandara, melewati pemeriksaan, ke counter check-in. sampai naik ke pesawat. Data ituyang bisa di capture oleh AP II, misal data bahwa penumpang akan pergi ke tempat kopi dulu saat menunggu boarding atau mengcapture data mengenai penegelolaan parkir, hingga keamanan bandara, serta data penggunanya seluler yang masuk ke BTS bandara.

          Misalnya saja, untuk dulu pegawai yang tugasnya mengambil taksi.. Dulu sebelum ada layanan tiket digital, mereka harus mencatat calon penumpang taksi dan mengelola ketersediaan fleet. Namun kini, mereka bekerja lebih efisiensi sebab hanya tinggal mengelola jumlah taksi yangmasuk. Pegawai ini bisa memanfaatkan big data, yakni bisa dengan cepat memutuskan untuk menambah taksi jika penumpang sedang banyak.

           Sementara dari sisi penumpang, rata-rata sudah teredukasi dengan baik dari sisi penggunaan smartphone. Sehingga jika kami tambahkan sejumlah fitur layanan, kemungkinan mereka akan senang untuk mencobanya alias tidak gagap. AP II tidak bisa bekerja sendiri untuk IoT-isasi. Kami akan bermitra, dengan mitra yang memiliki nama besae dan reoutasi yang baik, misalnya saja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), BUMN telkomunkiasi.







4. Internet of Things Transportasi Berbasis Bus

          IoT pada dasarnya merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. IoT mengacu pada benda yang dapat didefinisikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis Internet.

         Dibanding aspek lain dalam beragam implementasi IoT, sektor transportasi bisa dibilang yang paling cepat mengena dalam mengenalkan IoT kepada masyarakat. Alasannya jelas, transportasi khususnya yang menyangkut layanan publik langsung dirasakan oleh masyrakat umum. Karena menyangkut mobilitas, maka IoT pada aspek transportasi akan terkait dengan jaringan teknologi berbasis nirkabel.

         Dalam simulasi, ketika jaringan Wifi dapat disematkan di dalam moda transportasi massal, maka untuk seterusnya tak sulit untuk mewujudkan IoT dalam tujuan aplikasi-aplikasi yang berguna bagi penumpang lewat penerjemahan beragam sensor. Berdasarkan dari pergerakan teknologi dan kebutuhan tak hanya moda di darat yang bisa merasakan kecanggihan IoT, moda laut dan udara pun mendapat sentuhan IoT.

      Di aspek transportasi darat, pabrikan otomotif lokal di Amerika Serikat-Local Motors bekerjasama perusahaan internet IBM Watson IoT membuat konsep bus yang bisa melaju tanpa sopir. Menariknya, bus yang dinamai Olli itu bisa diajak berkomunikasi. Meski baru sebatas propotipe, Local Motors dan IBM tela mendemontrasikan kebolehan bus konsep itu di jalanan sekitar Washington D.C. Bahkan, dua perusahaan itu menargetkan telah memiliki armada bus otonom National Harbor Shooping Center sepanjang sungai Potomac.

            Keunggulan bus ini selain mampu melaju tanpa pengendalian seorang sopir atau otonom, juga kemampuannya untuk berkomunikasi dengan penumpang. Penumpang bus yang berkapasitas 12 orang itu, bisa memerintahkan bus untuk berjalan ke tempat yang dimaksud penumpang. Meski demikian, trayek yang dilalui bus ini telah di tentukan ke titik-titik tertentu. IBM Watson Internet of Things menyatakan, bus ini merupakan kendaraan pertama yang memanfaatkan kekuatan sistem komputer berbasis cloud dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).






5. Perancis Terapkan Internet of Things untuk Kendalikan Pintu Kereta

          Internet of Things merupakan salah satu teknologi yang digunakan pada masa kini. Berbagai moda transportasi seperti bus dan kereta api dunia juga kini tengah menggunakan solusi berbasis IoT tersebut. Salah satu yang menggunakan IoT adalah perusahaan kereta nasional Perancis, French National Railways (SNCF).

           Baru-baru ini SCNF menggunakan IoT untuk memantau status pintu kereta api penumpang. Sistem avise yang dikembangkan sebagai bagian dari program Digital SNCF hadir untuk digunakan memberitahukan secara otomatis kepada petugas kereta jika ada pintu gerbong Corail yang tidak tertutup dengan benar ketika kereta sedang melaju di rel. 

            Nantinya dalam sistem ini ada dua sensor yang akan memantau status pintu dan menerangi dengan lampu di lemari vestibulum jika pintu ternyata sudah aman dan benar dari jarak jauh. Status lampu tersebut kemudian diteruskan melalui modul komunikasi ke platform IoT SNCF yang membandingkan posisi semua pintu jereta dan mengeluarkan tanda peringatkan melalui ponsel cerdas petugas kereta api ketika mendeteksi anomali.

       Sehingga hal ini memungkinkan pintu yang tidak aman bisa teridentifikasi dengan cepat. Rencananya SNCF akan menginstal Avise paa 350 kereta Corail yang digunakan pada layanan Intercitas. Tak hanya sistem Avise  saja, pada Februari 2018 lalu, SNCF sendiri telah menggunakan platform Watson IoT berbasis cloud untuk menghubungkan seluruh sistem kereta api, rel kereta api dan stasiun kereta api. Ini digunakan untuk mengumpulkan secara real time pada data. 

          Dengan Platform tersebut, akan memungkinkan SNCF dalam mengelola peralatannya sehingga mampu meningkatkan kualitas, keamanan dan ketersediaan kereta api. Selain itu,, agar lebih efektif dalam mengumpulkan dan menganalisis data tersebut, SNCF juga mengembangkan sensor industri khusus yang di pasang di jalur dan kereta api. Sensor ini nantinya akan mengirimkan puluhan ribu titik secaraaman ke IBM Watsonn IoT platfrm di IBM Cloud secara real time. Ini juga memudahkan SNCF untuk memantau hingga 200 kereta jarak jauh sekaligs saat masalah potensial seperti pintu atau AC bermasalh dalam perjalannya.






6. Beragam Alasan StartUp e-Learning Akan Booming di 2018

         Berkat jaringan dan teknologi yang semakin maju memudahkan individu untuk memeperkaya ilmunya. Salah satunya dengan metode belajar online. Metode ini mulai digemari, psalnya lebih mudah diakses oleh masyarakat. Tak hanya itu, metode ini dinilai lebih menguntungkan karena dapat menghemat waktu belajar,, biaya, serta lebih efektif.

          Sebuah laporan baru berjudul "Indonesia Digital Education and E-Learning Market Outlook to 2018 - Rising Trend of Blended to Drive the Future Growth"  mencatat bahwa total pengeluaran untuk pendidikan digital di Indonesia telah berkembang dalam lima tahun terakhir, dan ada peningkatan kolaborasi anatara institusi pendidikan dan penyedia pendidikan digital untuk melengkapai kelas mereka dengan fasilitas pendidikan digital. Tentunya, ini merupakan titik cerah bagi segmen e-learning di Indonesia. Indonesia juga diproyeksikan menjadi top 5 buyers monile learning products and services di seluruh dunia bersama China, Amerika Serikat, India, dan Brazil.

        Hal ini mendasari squline, sebuah platform belajar bahasa secara online, untuk mengembangkan bisnis dan menjawab potensi yang digadang-gadang selama ini. "Squline hadir untuk memenuhi permintaan kebutuhan akan keterampilan bahasa asing di tanah air. Squline adalah platform pembelajaran online yang dibuat untuk menghubungkan siswa dengan guru bahasa asing profesional seperti Bahsa Inggris, Bhasa Mandarin, dan Bahasa Jepang," ujar Tomy Yunus, CEO Squline.

        Baginya squline juga menawarkan pendekatan pembelajaran bahasa baru dengan menghubungkan siswa dengan guru asli di seluruh dunia untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan bahasa percakapan, kapanpun dan dimanapun. Ia juga meyakini metode pembelajaran seperti yang di terapkan oleh Squline semakin memudahkan individu untuk memperkaya kemampuan bahasanya. "Kami percaya cara terbaik untuk belajar bahasa adalah belajar dari guru asing melalui interaksi dengan guru professional sebanyak mungkin," imbuhnya.







7. Startup Bukalapak



             Perusahaan jasa transportasi online ini pertama kali dirikan pada tahun 2010 oleh Nadien Makarim di jakarta. Gojek merupakan salah satu contoh bisnis startup dengan pertumbuhan sangat cepat dan telah menjadi Unicorn di Indonesia. Istilah Unicorn adalah sebutan pada startup yang telah memiliki valuasi lebih dari $1 milliar. Perusahaan startup ini bergerak dibidang transportasi  online telah berhasil mengubah gaya hidup sebagian masyarakat di Indonesia dengan menggunakan layanan transportasi berbasis aplikasi.




8. Startup Bukalapak


 Perusahaan rintisan ini pertama kali di launching pada tanggal 10 januari 2010 oleh Achmad Zaky yang juga sebagai Founder dan CEO PT.Bukalapak saat ini. Bukalapak adalah salah satu marketplace (pasar daring) terbesar dan terpopuler di Indonesia. Perusahaan startup Indonesia ini menyediakan fasilital penjualan dari dengan sistem costumer to costumer(C2C) dimana semua orang dapat membuka toko online secara gratis. Kemudian pemilik took online dapat melayani pembeli di seluruh Indonesia baik dalam jumlah satuan maupun pantai besar. Di bukalapak pengguna perorangan ataupun perusahaan dapat membeli atau menjual berbagai produk baik bekas atau baru.




9. Startup Tokopedia


  Secara resmi Tokopedia didirikan pada tanggal 06 Februari 2009 dan diluncurkan ke publik pada tanggal 17 Agustus 2018 oleh Willian Tanuwijayadan Leontinus Alpha Edison. Bersama dengan Bukalapak, saat ini Tokopedia telah berhasil menjadi salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Dengan menggunakan Tokopedia maka semua orang baik individu atau brand besar dapat membuka dan mengelola toko online secara gratis. Tokopedia adalah startup teknologi pertama di asia tenggara berhasil memperoleh pendanaan investasi sebesar us$ 100 juta dari Sequoia Capital dan Softbank Internet andMedia Ink.




10. Startup Tiket.com


 
Tiket.com merupakan startup Indonesia yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat, kereta api, hotel, tiket konser, dll yang bebasis di Jakarta. Perusahaan ini pertama kali di dirikan pada bulan agustus 2011 oleh  Wemas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, Natali Ardianto dan Mikhael Gaery Undarsa.  Pada awalnya perusahaan rintisan dicetuskan oleh Wenas Agusetiawan dengan membeli domain Tiket.com lalu mengajak beberapa temannya untuk merintis situs pemesana tiket pesawat dan kereta api. Tiket.com pada saat ini telah membuktikan sebagai salah satu situs booking online yang terpercaya di Indonesia.

       

Koneksi Database Buku

1.       Aktifkan aplikasi xampp terlebih dahulu. 2.       Masuklah pada browser lalu ke localhost/phpmyadmin , kemudian buat lah sebua...